memberitakan secara cerdas dan berimbang

Wakil Bupati Sijunjung Buka Pelatihan Berbasis Kompetensi

0 84

Pemerintah Kabupaten Sijunjung berkomitmen mengurangi angka pengganguran di daerahnya.Salah satu upaya yang dilakukan adalah memberikan pelatihan berbasis kompetensi kepada angkatan kerja usia produksi.

“Ini salah satu upaya yang kita (Pemkab) lakukan untuk mengurangi tenaga pengganguran,” kata Wakil Bupati Sijunjung, Arrival Boy ketika membuka pelatihan berbasis komptensi bagi tenaga kerja usia produktif di Balai Latihan Kerja-Loka Bina Karya (BLK-LBK), Rabu (11/10)

Menurutnya, pelatihan berbasis kompetensi ini merupakan salah satu upaya pemerintah untuk mengurangi angka pengangguran di Kabupaten Sijunjung.Pemkab Sijunjung sendiri melalui Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi setiap tahun terus menyelenggarakan pelatihan berbasis kompetensi bagi angkatan kerja produktif.

Karena itu, Wabup berharap, peserta pelatihan berbasis kompetensi mengikuti pelatihan dengan fokus dan disiplin sehingga menjadi SDM yang berkualitas dan siap pakai sesuai dengan tuntutan kebutuhan pasar.

“Kami berharap setiap angkatan kerja ini, tersalurkan sesuai dengan tuntutan kebutuhan pasar, dan juga bisa menjadi salah satu penyedia lapangan kerja,” harapnya.

Sekretaris Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Effendi, mengatakan, BLK-LK Sijunjung setiap tahun terus melaksanakan pelatihan berbasis kompetensi bagi angkatan kerja di daerah ini.

Tahun 2017 ini, sambung dia, ada 19 paket pelatihan, tujuh paket pelatihan didanai APBN melalui DIPA Balai Latihan Kerja Padang dan 12 paket di danai dari APBD Kabupaten Sijunjung.

“ Pada angkatan ini, ada tiga paket kursus yang digelar secara serentak yakni tata boga, menjahit pakaian dasar, mekanik alat alat pertanian alsintan dengan jumlah peserta 48 orang,” jelasnya.

Peserta, lanjut dia, dilatih tenaga instruktur, baik dari BLK-LBK sendiri maupun instruktur profesional selama satu bulan, mulai 12 Oktober s/d 15 November 2017 atau 240 jam untuk semua paket keterampilan.

Mereka juga diberi modul dan alat tulis serta snack, makan siang,  baju seragam dan uang transportasi.”Sebelum dilatih, peserta diberikan pembekalan berupa pembinaan karakter,” ujarnya.(h/azn)

Komentar Facebook
error: Konten Di Proteksi