memberitakan secara cerdas dan berimbang

Tour de Singkarak (TdS) Etape 3, lewati Perkampungan Adat Sijunjung

0 120

Tour de Singkarak tahun 2017 Etape 3, Senen (20/11) Start di depan Gedung pancasila Muaro Sijunjung finis di Kabupaten Dharmasraya, dengan jarak tempuh 161,3 KM, dan merupakan etape terpanjang, yang dilalui oleh pembalap. Etape 3 ini dikuti oleh 90 dari 108 pebalap yang terdaftar.

Sudah ada 18 pebalap yang terhenti karena tidak mampu melanjutkan balapan. Hal tersebut terjadi karena beberapa alasan termasuk beratnya rute yang dihadapi.

Yang jelas Disepanjang rute Muaro Sijunjung menuju Dharmasraya sejauh 161,3 km terlebih dahulu harus melewati daerah perkampungan adat Sijunjung, yaitu daerah merupakan daerah dalam sistem matrilineal Minangkabau.

Rumah Adatnya, yang disebut rumah gadang yang bentuknya bagonjong, merupakan salah satu arsitektur rumah adat yang dimiliki Minangkabau. Cirinya adalah bentuk atapnya melengkung seperti tanduk kerbau.yang unik di Desa ini rumah Gadang hanya berjumlah 76 rumah, tetap, bertahan sejak tahun 1950-an.

Perkampungan Adat di sijunjung ini, merupakasan kawasan perkampungan yang dijadikan sebagai kunjungan wisata di Kabupaten Sijunjung. Perkampungan Adat ini juga banyak memiliki keunikan dan keunggulan bila dibandingankan dengan daerah lain di Provinsi Sumatera Barat.

Perkampungan ini juga sebuah kawasan yang menjadi refleksi kehidupan masyarakat Nagari Sijunjung dalam bidang Sosial kemasyarakatan, Ekonomi, Seni dan Budaya diwujudkan dalam aktivitas-aktivitas rutin di tempat ini. Jalan berliku di kaki Bukit Barisan merupakan salah satu jalur utama untuk menuju Daerah perkampungan adat Sijunjung di Desa Koto Padang Ranah Dan Tanah Bato, Kecamatan Sijunjung, Kabupaten Sijunjung, Sumatera Barat.

Daerah perkampungan adat ini kalau kita tempuh dari Kota Padang ibukota Sumatera Barat Lamanya sekitar 4 jam perjalanan darat, berjarak 110 KM, namun perasaan bosan di atas kendaraan terobati dengan miniatur Minangkabau yang dijejali rumah adat dengan pola ‘bagonjong’ di sepanjang jalan di Desa Adat Sijunjung.

Tidak terlalu sulit untuk menemukan Desa Adat Sijunjung yang belakangan namanya melejit di kalangan pencinta traveling.

Kalau lokasinya hanya berjarak sekitar beberapa kilometer dari pusat kota, Muaro Sijunjung, yakni—sekitar 15 menit perjalanan dari kantor bupati Sijunjung.

Jembatan sepanjang 200 meter yang membentang di Batang Sukam menjadi pintu masuk ke Desa Adat Sijunjung. Patung perempuan berpakaian adat yang menjunjung bekal setinggi sekitar empat meter sebagai pertanda memasuki perkampungan adat. ( ace/)

Komentar Facebook
error: Konten Di Proteksi