memberitakan secara cerdas dan berimbang

Tahanan Yang Kabur Dari Lapas Muaro Sijunjung Menangis Memohon Agar Hukumannya Lebih Ringan

Dalam sidang Pledoi terdakwa di PN Muaro Sijunjung

199

Sijunjung,mediacerdas.com__  Tahanan yang kabur dari lapas klas II B Muaro Sijunjung pada Minggu (17/9/2017) yang lalu, menangis memohon dan meminta kepada majelis hakim Pengadilan Negeri Muaro Sijunjung, supaya divonis ringan pada putusan nanti, permohonan ini disampaikan karena Minggu sebelumnya tuntutan terdakwa telah dibacakan oleh JPU.

Permintaan ini disampaikan saat sidang pembelaan (pledoi) yang dibacakan langsung oleh terdakwa, di ruang sidang utama Pengadilan Negeri Muaro Sijunjung, Selasa (30/1/2018).

Sidang Pledoi yang terbuka untuk umum ini, dipimpin oleh Hakim Ketua, Rios Samanto,SH,MH, serta Hakim Anggota, Satrio Budiono.SH,MH dan Agus Purwanto.SH,MH.

Kemudian selaku Panitera, Eli Asni,SH,MH, dan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Triman Santana,SH.

Dalam sidang Pledoi yang digelar di ruangan sidang utama Pengadilan Negeri Muaro Sijunjung ini,  ke 8 orang terdakwa, disidangkan menjadi dua bahagian, kelompok pertama yaitu Eki Nofriana, Junaidi, Derion, Risman Saogo dan Tehegeli, selanjutnya pada kelompok kedua, Nasrul Efendi, Danil Darmianto dan Ardiyanto.

Untuk diketahui publik bahwa mereka ini adalah 8 orang yang tertangkap oleh aparat kepolisian, dari 12 orang yang kabur pada Lapas Klas II B Muaro Sijunjung, Minggu (17/9/2017) yang lalu.

Pada sidang sebelumnya Selasa (23/1/2018), kedelapan terdakwa ini dituntut beragam oleh JPU Triman Santana,SH.

Nasrul Efendi dituntut oleh JPU, 7 tahun kurungan, kemudian Danil Darmanto dan Ardiyanto dituntut, 6 tahun  kurungan.

Sedangkan Eki Nofriana, Junaidi dan Tehegeli, dituntut 5 tahun kurungan, selanjutnya Derion dan Risman Saogo, hanya dituntut 4 tahun kurungan.

Melihat tuntutan  yang diberikan oleh Jaksa Penuntut Umum ini,  sedangkan para terdakwa masih menjalankan sisa tahanan dari kasus yang sebelumnya, maka beberapa orang dari terdakwa ini, terlihat menangis memohon kepada Majelis Hakim agar di persidangan putusan nanti, yaitu pada Selasa (13/2/2018), mereka diputus lebih ringan  dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum.

Hal ini seperti yang disampaikan dalam pledoi yang ditulis sendiri oleh terdakwa Junaidi,” Saya menyesali perbuatan saya pak, dan saya tidak akan mengulangi lagi perbuatan saya tersebut, saya mohon kepada pak hakim agar hukuman saya dikurangi lagi, sebab hukuman saya yang lama masih tersisa 11 tahun 4 bulan, belum nanti ditambah dengan hukuman yang baru, sebab saya ini merupakan tulang punggung keluarga,” ucapnya terisak-isak menangis.

Kemudian hal senada juga disampaikan oleh Junaidi, ia merasa menyesal, dikatakannya,” ia memiliki 1 orang isteri dan 2 orang anak.

Pada umumnya ke 8 orang terdakwa ini mengatakan tulang punggung keluarga  meminta hukumannya diringankan, dan ada juga yang mengatakan rindu keluarganya di Medan. (aciak)

Komentar Facebook
error: Konten Di Proteksi