memberitakan secara cerdas dan berimbang

Sidang Tahap Kedua PDI-P vs KPUD, di Bawaslu Sijunjung Ramai Pengunjung

319

Sijunjung, mediacerdas.com___ Menarik sekali sidang lanjutan pemeriksaan  pertama atas dugaan pelanggaran administrasi yang dilakukan oleh KPUD Sijunjung seperti yang dilaporkan oleh DPC PDI-P setempat di Bawaslu Sijunjung, Rabu (3/1).

Sangat berbeda dengan sidang perdana yang digelar pada minggu yang lalu, kali ini sidang yang di gelar oleh Bawaslu ditempat yang sama, sangat sarat dihadiri oleh pengunjung.

Tidak saja masyarakat setempat, sidang ini juga dihadiri oleh beberapa anggota Bawaslu kabupaten/kota lainnya yang ada di provinsi Sumatera Barat.

“Kehadiran beberapa anggota Bawaslu kabupaten/kota ini adalah karena, perkara pelanggaran administrasi  pemilu, yang disidangkan oleh Bawaslu Sijunjung ini, baru pertama kali, atau bisa dikatakan adalah satu-satunya  digelar di Sumatera Barat,” ujar salah seorang anggota Bawaslu kabupaten/kota yang hadir, kepada mediacerdas.com.

Kemudian pada sidang sebelumnya di kursi terlapor yaitu KPUD Sijunjung hanya dihadiri oleh sekretaris KPUD Irzal Zamzami, dan Zamri Eka Putra, kasubag hukumnya,  tetapi kali ini terlihat lengkap dihadiri  ke lima orang komisionernya,yaitu Taufiq, Ade, Lindo,Tika dan Didi.

Begitu juga  dikursi pelapor yaitu DPC PDI-P, juga dihadiri  lengkap oleh pengurus intinya, seperti H.Anas Apan, Darmon, serta Dasep dan beberapa orang kader DPC PDI-P setempat.

Sidang yang kedua ini, agendanya  pemeriksaan pertama atas dugaan pelanggaran administrasi pemilu oleh KPUD Sijunjung, seperti yang dilaporkan oleh DPC .PDI-P  setempat.

Dalam sidang yang dipimpin oleh ketua majelis, Agus Hutrial Tatul dan anggota majelis Juni Wandri dan Riki Minarsah ,  pihak terlapor KPUD Sijunjung, menyampaikan, bahwa ,” Apa yang ditudingkan oleh pihak pelapor DPC PDI-P setempat  adalah tidak benar, karena pihaknya  telah bekerja sesuai dengan aturan-aturan yang berlaku di KPU,”ujar, Taufiqurrahman.

Ditambahkan,” Mengenai kedatangan verifikator pada malam hari kerumah warga untuk melakukan verifikasi faktual , ini adalah masih batas kewajaran, dan tidak ada intimidasi disini, seperti yang dituduhkan oleh pihak pelapor, dan juga ada saksi-saksinya yang melihat termasuk salah seorang anggota panwaslu,” ungkapnya.

Selanjutnya  dalam persidangan ini  kedua belah pihak di panggil  kehadapan majelis, untuk memperlihatkan berkas-berkas bukti perkara, untuk pemeriksaan dugaan pelanggaran administrasi pemilu, seperti yang ditudingkan oleh pihak pelapor.

Diakhir sidang, Agus Hutrial Tatul selaku ketua majelis , mengatakan bahwa,” sidang dilanjutkan pada Jum’at (5/1) mendatang pada pukul 14.00.Wib, dengan agenda menghadirkan saksi-saksi.

“Sebab sidang dalam perkara ini, memang sengaja digelar agak marathon, karena dari aturan yang berlaku perkara ini harus diputus selama 14 hari kerja,” ujar, Agus Hutrial Tatul, kepada mediacerdas.com. (Aciak)

Komentar Facebook
error: Konten Di Proteksi