memberitakan secara cerdas dan berimbang

Sekdakab Tidak Pernah Larang Walinagari Pergi Study Banding Keluar Daerah, Tetapi Harus Selektif dan Efesien

Menanggapi "issue larangan bagi para walinagari pergi study banding kooperatif keluar daerah oleh sekdakab.

342

Sijunjung, mediacerdas.com__  Sekdakab Sijunjung, Zefnihan, seringkali sampaikan pada setiap pertemuan, bahwa para pejabat OPD termasuk walinagari harus selektif dan efisien dalam menyingkapi anggaran.

Artinya pemerintah daerah kabupaten Sijunjung mencoba untuk merubah kebiasaan, dan menata kembali pemerintahan ini, agar para pejabat termasuk para walinagari lebih efisien dalam mempergunakan anggarannya masing-masing.

“Seperti contoh, pergi study banding kooperatif keluar daerah, ini kedepannya akan kita batasi, seandainya yang pergi itu 4 orang, kedepannya akan kita beri izin hanya 2 orang, kapan perlu 1 orang, dan ini  nanti melihat kebutuhannya, untuk apa pergi ramai-ramai tetapi tidak ada manfaatnya,” tegas, sekdakab, kepada mediacerdas.com  Kamis (18/1)

Dikatakan,”Kenapa hal ini kita lakukan, sebab dahulunya itu, untuk pergi studi banding keluar daerah, sangat ramai sekali yang pergi dari OPD yang terkait, artinya mulai dari staf sampai dengan pejabat eselon II, III dan IV semuanya ikut,” ucapnya.

Ditambahkan lagi,”Dengan demikian anggaran di OPD tersebut  akan menjadi cepat habis, tetapi  seandainya kedepan  OPD ataupun walinagari  tersebut, bisa efisien dan juga selektif dalam mengelola anggarannya, akan banyak uang daerah kita ini tersisa dan uangnya  yang tersisa tersebut bisa dipergunankan untuk kegiatan yang lebih prioritas dan bermanfaat bagi masyarakat,” imbuhnya.

Tetapi apa yang disampaikan oleh sekdakab Zefnihan, ditanggapi beragam oleh para walinagari di kabupaten setempat.

Seperti yang disampaikan oleh salah seorang walinagari yang tidak mau disebutkan namanya kepada mediacerdas.com. (18/1)

Walinagari tersebut mengatakan,” Kami para walinagari tidak setuju, dengan apa yang disampaikan oleh sekdakab tersebut, apabila pak sekda, tidak membolehkan kami, atau tidak memberi izin  untuk pergi studi banding kooperatif, hanya dengan alasan untuk mengirit anggaran daerah, itu bukanlah sebuah alasan yang tepat,” ujarnya.

Disampaikan lagi,” kalau memang mau mengirit anggaran pemerintah daerah, kenapa tidak perjalanan studi banding anggota DPRD setempat saja yang dikurangi, maka terkait dengan persoalan  ini kami para walinagari akan meminta hearing dengan Sekdakab,” protesnya.

Tetapi disisi lain, salah seorang tokoh masyarakat Sijunjung yaitu ,Tuanku Rajo Godang, Firman Bagindo Tan Ameh, mengatakan,” Saya sangat setuju sekali dengan apa yang disampaikan oleh Sekda Zefnihan tersebut.

“Sebab disini, baik itu pejabat daerah, atau para anggota DPRD, maupun Walinagari, kalau sudah pergi  keluar daerah bersama rombongan, dan ini sudah jelas terkesan menghamburkan uang negara,” tegasnya.

Ditegaskan lagi oleh Tuanku Rajo Godang,”Kalau sudah pergi keluar daerah dengan rombongan, sudah jelas tidak efisien lagi dan terkesan boros , berfoya-foya dan huru-hara,  karena di tempat tersebut, mereka  yang fokus pada kegiatannya, tidaklah  seberapa waktunya yang terpakai, paling hanya beberapa jam, selebihnya dipergunakan untuk huru-hara,” ucapnya.

“Dan diingatkan lagi  bahwa uang yang mereka pergunakan tersebut adalah uang negara,” tutupnya.

Kemudian Sekdakab, kembali mempertegas pernyataannya, bahwa supaya jangan terjadi miss communication dengan para walinagari atau bisa jadi salah pemahaman, disini kita sampaikan lagi  bahwa,“ Bukan tidak boleh pergi keluar daerah, tetapi harus lebih selektif lagi dan se efesien mungkin, serta  dahulukan yang  paling  prioritas,” ujarnya.  (aciak)

Komentar Facebook
error: Konten Di Proteksi