memberitakan secara cerdas dan berimbang

Rendi Itu Telah Meninggalkan Kita Buat Selamanya, Setelah Berbulan-Bulan Berjuang Melawan Sakitnya.

102

Sijunjung,mediacerdas.com__  23 hari di RSUP.M.Djamil Padang, Rendi akhirnya pulang kerumah, pada Jum’at malam (2/3/20180), Sekejap saja dirumahnya, yaitu hanya sekitar satu setengah jam, Rendi kejang-kejang  dan tak sadarkan diri, sehingga dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah, Sijunjung di Tanah Badantung, kemudian 5 hari diruangan ICU RSUD Sijunjung tersebut, Pada hari Selasa pagi (6/3/2018) itu, sekitar pukul 7.30 wib, Rendi menghembuskan nafas terakhirnya diruangan ICU RSUD setempat, ia pergi meninggalkan kita untuk selamanya, ia telah pergi menghadap Sang Khalik, menghadap Sang Penciptanya.

Di Rumah sakit umum daerah itu ibundanya Ode langsung mememik meraung menangis ,” Reendiii…..!!!, bakpo dek batingga an amak,,Nak,,!!, sontak saja seluruh keluarga yang hadir diwaktu itu ikut terharu..!

Rendi itu tidak ada lagi, Rendi itu sudah pergi buat selamannya meninggalkan kita.

Baknyak hikmah yang di petik dari kejadian Rendi , buat kita semua, mungkin ini jalan yang terbaik buat Rendi, karena Tuhan masih sayang Rendi, kita semua sayang Rendi, karena dia telah menjadi cerminan kita dalam sebuah kehidupan sosial ditengah- tengah masyarakat.

Banyak pihak yang telah berperan membantu Rendi, baik itu memberi suport untuk kesembuhannya, maupun itu dalam sumbangan moril dan materil, ini semua adalah bentuk dari kepedulian masyarakat sijunjung secara khusus, dan masyarakat luas secara umum.

Cerita ini hanya tinggal kenangan, seorang anak yang terkena sakit kanker tulang, yang begitu gigih berjuang menahan sakit, seakan-akan tidak merasakan apa-apa, disaat semua datang menjeguk berbaring dikasur rumahnya.

Ia berbicara dengan semua orang bak seperti tidak dalam keadaan sakit, terlihat ia berbicara santai saja, dan senyumpun selalu ia perlihatkan kepada semua orang yang datang menjenguknya.

“Seandainya kitalah yang mengalami sakit seperti Rendi mungkin kita tak kuat,” ucap seseorang, saat melayat kerumah duka.

Semua itu adalah skenario Rendi, untuk memperlihatkan kepada semua orang yang datang, seakan-akan ia tidak sakit, banyak orang yang salut kepada Rendi karena anak seumur dia ini masih kuat menahan sakit, dan selalu mengingat Sang Pencipta, ia tahu dan ia merasakan dalam waktu dekat ia akan dipanggil oleh Nya, kata-kata ini sering diucapkan Rendi kepada kedua orang tuanya.

Rendi, saat terbaring dirumahnya ditemani ibunya, Ode

Pada pagi, Rabu (7/3/2018) itu, Abdul Zulzazi (55 th) orang tua Rendi, mulai bercerita tentang bagaimana kegigihan Rendi menahan rasa sakit, yang sering membuat orang tuanya ini terharu sedih,” Hari Selasa (27/2/2018) sebenarnya Rendi sudah diperbolehkan pulang oleh perawat  pak..!, tapi karena surat tanda diperbolehkan pulang belum diberikan juga pada kami, akhirnya tetap saja di RSUP.M.Djamil Padang tersebut,” ucapnya.

          Kemudian pada Jum’at (2/3/2018) kembali perawat di RSUP M.Djamil Padang tersebut, memberitahu bahwa Rendi telah boleh pulang pak,” ucap perawat itu kepada Abdul Zulzazi, orang tua laki-laki Rendi.

          Masih kurang yakin,,!, Abdul Zulzazi kembali bertanya kepada perawat tersebut,” Apa benar Rendi sudah boleh pulang buk,” ujar Abdul Zulzazi.

          Dijawab perawat,” Iya pak,,!, Rendi sudah boleh pulang dan dirawat dirumah,tapi pulangnya harus pakai oksigen,” ujarnya.

Kemudian kedua orang tua Rendi, sedikit agak lega, tetapi merasa bigung karena, kalau Rendi pulang pasti pakai mobil Ambulance, dan pakai oksigen, sementara mereka tidak lagi punya biaya untuk itu semua.

Dalam suasana seperti ini,”Tiba-tiba saja ibu Lina dari Dinas Kesehatan Sijunjung, telpon saya,” ujar Abdul Zulzazi.

          “Ibu Lina itu, menanyakan keadaan Rendi,  Bagaimana keadaan Rendi pak,,!,” ujanya, 

          Langsung saja saya jawab, Rendi sudah diperbolehkan pulang buk, tapi harus pakai oksigen, dan kami bigung pulang pakai apa, kemudian oksigennya harus kami cari di mana,,??,” ujar Abdul Zulzazi memberitahu buk Lina.

Buk Lina pun menjawab dibalik telponnya,” Lai ado ambulance dari Sijunjung yang manjapuik pak, tapi kalau lah siap-siap ka pulang telpon beko di pak, ujar buk Lina.

Jum’at  siang itu, mobil ambulance dari Dinas Kesehatan Sijunjung, berangkat menjemput Rendi  ke RSUP. M.Djamil Padang, akhirnya sekitar pukul 17.00 Wib, mobil ambulance  sampai di RSUP,M.Djamil Padang.

Selanjutnya berangkatlah Rendi dari RSUP.M.Djamil Padang menuju Sijunjung, dengan mobil ambulance  APV, dengan dipasangi oksigen.

Pukul 21.00 wib, sampailah Rendi di rumahnya, di daerah Pandakian Alai, belakang surau Tampuniak ,Jorong Ganting , Nagari Sijunjung.

Hanya sekitar satu setengah jam Rendi dirumahnya, ia mengalami kejang-kejang, dan tak sadarkan diri, akhirnya Rendi dilarikan ke RSUD Sijunjung, di Tanah Badantuang.

Di RSUD Tanah Badantuang ini, Rendi langsung masuk ruangan ICU,

dr.Dian Octavia  yang menangani Rendi di RSUD Sijunjung ini, kepada mediacerdas.com, mengatakan,” Rendi mengalami penyakit ganas, yaitu kanker tulang, pasien ini sudah mengalami kondisi buruk, kankernya sudah menjalar kemana-mana, sudah menjalar ke tulang belakang, terakhir kondisi pasien ini tidak sadarkan diri, karena sudah menjalar dan menyerang otak, untuk pengobatannya pasien ini sudah menjalani kemotrapi  kedua , tapi pasien ini sudah terinfeksi berat,” Ungkapnya.

“Karena melihat kondisinya semakin memburuk,  kemudian saya sarankan supaya dibawa lagi ke Padang, akhirnya setelah pihak keluarga bermusyawarah,  maka pihak keluarga minta supaya Rendi dirawat di RSUD Sijunjung saja,” ujarnya.

“Kalau memang ini permintaan pihak keluarga maka saya sampaikan bahwa akan saya lakukan sekemampuan saya,” ucap dr.Dian Octavia, kepada pihak keluarga.

Pagi Selasa itu, memang kondisi Rendi semakin parah, walaupun pihak medis RSUD setempat, telah membantu Rendi sekuat tenaga, tetapi nyawa Rendi memang tidak tertolong lagi, Rendi telah menghembuskan nafas terakhirnya di ruangan ICU ini, Rendi telah pergi meninggalkan kita.

Dengan suara parau, dan raut wajah sedih yang mendalam, Abdul Zulzazi, ditemani anak sulungnya, kepada mediacerdas.com, menyampaikan,” Tolong sampaikan terima kasih saya kepada Pemerintah daerah, melalui Dinas Kesehatan, yang telah bersusah payah membantu Rendi dan keluarga kami, kemudian juga kepada masyarakat, baik itu yang berkelompok, maupun yang perorangan, yang juga telah ikut membantu Rendi semasa hidupnya, khususnya mahasiswa Sijunjung yang di Padang,” sampai, Abdul Zulzazi kepada mediacerdas.com. (aciak)

 

Komentar Facebook
error: Konten Di Proteksi