memberitakan secara cerdas dan berimbang

PDI-P Sijunjung Lolos Verifikasi Faktual

Walaupun sebelumnya pernah gugat KPUD Sijunjung ke Bawaslu setempat karena di nyatakan TMS

68

Sijunjung,mediacerdas.com__ Walaupun beberapa waktu yang lalu, Partai PDI-P kabupaten Sijunjung, dinyatakan, tidak memenuhi syarat (TMS) dalam verifikasi faktual oleh KPUD setempat, sehingga pernyataan KPUD inipun berunjung pada gugatan  yang dilaporkan oleh PDI-P  kepada Bawaslu.

Kemudian setelah menjalani beberapa kali sidang di Bawaslu tersebut, KPUD Sijunjung, dikatakan tidak terbukti melakukan pelanggaran administrasi oleh Bawaslu setempat, artinya PDI-P tetap tidak memenuhi syarat (TMS) dalam verifikasi faktual.

Sekarang statusnya telah berubah, dulunya PDI-P Sijunjung dikatakan TMS, sekarang tidak lagi, PDI-P dikatakan sudah MS dan lolos verifikasi faktual oleh KPUD setempat.

Perubahan status PDI-P Sijunjung dari TMS menjadi MS adalah karena putusan Mahkamah Konstitusi No 53/2018, sebab ada metode baru yang diterapkan disini, artinya PDI-P Sijunjung, diminta untuk memperbaiki kembali kekurangan dukungannya tersebut.

“Ditingkat pusat KPU RI telah berkonsultasi dengan DPR RI untuk melaksanakan putusan MK Nomor 53/2018 ini, salah satu yang dikonsultasikan yaitu PKPU No 11/2017 tentang pendaftaran,verifikasi dan penetapan partai peserta pemilu.

Ada sedikit perbedaan dalam melakukan verifikasi faktual, dari sebelumnya dan yang sekarang, terutama untuk verifikasi keanggotaan.

Sebelumnya dengan metode sensus dan sampling, tetapi sekarang partai diminta menghadirkan orang-orang disampel ke kantor DPD.

Dengan demikian PDI-P kabupaten Sijunjung dinyatakan lolos dan ikut dalam peserta pemilu tahun 2019 nanti di kabupaten Sijunjung, karena telah memperbaiki dan menghadirkan orang-orang yang disampel tersebut.

“Tetapi pada intinya, PDI-P itu sudah lolos ditingkat pusat, dan juga ditingkat provinsi Sumatera Barat, karena sudah memenuhi 75%,” ujar Taufiqurrahman, didampingi Didi Cahyadi Ningrat, Ade Yulanda dan Lindo Karsah, didepan para wartawan, Selasa (6/2/2018). (aciak)

Komentar Facebook
error: Konten Di Proteksi