memberitakan secara cerdas dan berimbang

Kapolsek Iptu Yaddi.P : Siswa SMKN 2 Sijunjung Yang Cedera Pada LPI Tahun Lalu Keadaannya Semakin Memburuk

43

Sijunjung,mediacerdas.com__  Sekarang ini kedekatan polisi dengan masyarakat sudah mulai terlihat dan dirasakan langsung oleh masyarakat.

Image masyarakat terhadap polisi yang begitu keras, tidak lagi terlihat ada, begitu juga dengan semua dugaan terhadap polisi itu sudah mulai pupus, yang ada sekarang itu hanyalah sebuah keakraban yang menimbulkan solidaritas ,rasa peduli dan kasih sayang antar sesama warga.

Lihat saja contohnya di kecamatan Sijunjung, rasa kepedulian Polri itu sangat terlihat kental terhadap masyarakat yang berada diwilayah hukumnya.

Pada Senen (29/1/2018) Kapolsek Iptu Yaddi Purnama Lubis didampingi oleh Bhabinkamtibmas Brigadir Andri dan anggota yang lainnya, menyambangi rumah salah seorang warga yang sedang terbaring sakit di Jorong Ganting Nagari Sijunjung.

Hal ini dilakukan kapolsek Iptu Yaddi, adalah untuk memberikan bantuan moril dan materil.

“Kita tidak menonjolkan bantuannya, tetapi yang jelas adalah bersilaturahmi, kemudian memberikan semangat motivasi kepada salah seorang anak yang sedang terbaring sakit tersebut, termasuk memberi semangat kepada  orang tuannya atau keluarganya agar selalu tabah dan terus pergi berobat, juga jangan takut untuk operasi kalau memang itu disarankan dokter demi kepulihannya,  maka pihak keluarga harus membawa anaknya kembali pergi ke rumah sakit untuk dilakukan operasi,” ujar Kapolsek Yaddi.

Dikatakannya lagi bahwa, nama anak yang terbaring sakit itu adalah Rendi (18 th), anak dari Defrialdi (45 th).

Anaknya tersebut mengalami sakit sejak tahun 2015 yang lalu, yaitu awal kejadiannya, ketika Rendi ikut dalam tim sepakbola SMKN 2 Sijunjung di ajang Liga Pelajar Indonesia (LPI)  pada Lapangan M.Yamin.SH, Muaro Sijunjung.

Rendi mendapat benturan keras saat timnya berlaga dilapangan setempat, sehingga akibat dari benturan keras tersebut, Rendi mengalami cedera lutut dan sampai digotong keluar lapangan sepak bola.

Akibatnya cedera yang dialami Rendi ini berbuntut panjang, puncaknya adalah di penghujung tahun 2017 yang lalu, kaki sebelah kanan yang mengalami cedera tersebut membengkak karena infeksi, sehingga membuatnya tak bisa berjalan lagi, dan yang bisa hanya berbaring pada sebuah kasur yang sudah terbentang ditengah rumah.

Kian hari kian memburuk kaki kanan Rendi ini, karena diwaktu dibawa kerumah sakit, Rendi disarankan oleh dokter yang menanganinya agar kakinya di operasi, tetapi Rendi takut, sehingga orang tuanya membawa Rendi pulang, sejak itulah keadaanya semakin memburuk.

“Disini kita mencoba untuk membujuk Rendi dan keluarganya, agar Rendi mau lagi kakinya dioperasi seperti yang dianjurkan oleh dokter yang menanganinya dahulu ,” ucap Kapolsek Iptu Yadi.

“Awalnya kita tahu kondisi Rendi ini adalah dari Bhabinkantibmas, Brigadir. Andri, kemudian setelah diberi tahu Brigadir Randi tersebut, tanpa pikir panjang kita langsung menyambangi rumah Rendi, karena kita khawatir kondisinya semakin memburuk, kalau tidak cepat ditangani, apalagi Rendi ini masih sekolah di kelas XI SMKN  2 di kabupaten setempat, dan sejak sakit ini Rendinya tak bisa sekolah lagi” imbuhnya. (aciak)

Komentar Facebook