memberitakan secara cerdas dan berimbang

Guru-guru SD di Sijunjung Merasa Dilecehkan Karena TPP Dihapuskan

165

Sijunjung,mediacerdas.com__  Sesuai dengan Perbup No 33 tahun 2017, tentang pemberian hak-hak masing-masing pegawai, di daerah kabupaten Sijunjung, mulai dari Januari 2018, yang lalu guru-guru SD yang bersertifikasi, tidak lagi menerima tunjangan penghasilan pegawai (TPP).

Mirisnya lagi bagi guru-guru nonsertifikasi, menerima TPP hanya sebesar Rp.150 ribu/bulan termasuk pajak.

Keadaan ini membuat guru-guru di Sijunjung menjadi “buncah”  dan merasa dilecehkan.

Seperti yang dituturkan M. Yusuf, salah seorang guru di kabupaten ini kepada mediacerdas.com , Senen (26/2/2018),” Guru-guru di Sijunjung ini merasa dilecehkan, dengan dihilangkannya TPP terhadap guru sertifikasi, sementara di pejabat struktural eselon, malah dinaikan dari sebelumnya sekitar Rp.3 juta, sekarang menjadi Rp.7 juta,”ucapnya.

Ditambahkan, M.Yusuf,” Yang Non sertifikasi ini, dulunya menerima TPP, Rp.300 ribu sampai Rp.500 ribu, tetapi sekarang hanya Rp. 150 ribu termasuk pajak, apakah ini tidak pelecehan namanya,” ujar M.Yusuf, agak kesal.

Sehubungan persoalan ini, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan kabupaten Sijunjung, ketika dikomfirmasi, mediacerdas.com . Senen (26/2/2018) mengatakan,” Mengenai hal yang terjadi terhadap guru-guru SD di Sijunjung terkait Tunjangan Penghasilan Pegawai (TPP), kita dari Dinas terkait telah usulkan agar Perbup ini direvisi, dan pada hari Jumat yang lalu kita sudah rapat dengan tim mengenai hal ini dengan pihak-pihak terkait, ada dua dinas yang mengusulkan tentang Perbup ini di revisi, yaitu Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, serta Dinas Kesehatan,” ujarnya.

Kemudian dikatakan Ramler,” Guru yang sertifikasi sekarang memang tidak boleh di aturan, karena terjadi penerimaan ganda, mereka harus memilih apakah mereka memilih sertifikasi atau memilih TPP, selanjutnya bagi yang non sertifikasi kita usulkan mereka nanti menerima sama dengan pengawai fungsional, jadi kita tunggu saja revisinya” katanya. (aciak)

 

Komentar Facebook
error: Konten Di Proteksi