memberitakan secara cerdas dan berimbang

Diduga Korupsi Dana Restribusi, Supriadi.S.ST Kepala UPTD Labkesda Sijunjung Ditetapkan sebagai Tersangka

akhirnya Supriadi yang di "isu"kan orang dekat bupati ditetapkan sebagai tersangka oleh pihak kejaksaan negeri Sijunjung

1.175

Sijunjung,mediacerdas.com__ Kepala UPTD Laboratorium Kesehatan Daerah Kabupaten Sijunjung, Supriadi.S.ST ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus tindak pidana korupsi dana retribusi di UPTD Labkesda setempat oleh pihak Kejaksaan Negeri Sijunjung.

Penetapan Supriadi.S.ST, sebagai tersangka dalam tidak pidana korupsi dana retribusi di UPTD Labkesda Sijunjung tersebut, sesuai janji Kejaksaan Negeri Sijunjung pada bulan yang lalu, bahwa dalam waktu dekat ini, akan kita tetapkan tersangkanya dalam kasus tindak pidana korupsi dana retribusi di UPTD Labkesda di Sijunjung ini.

Kemudian penetapan Supriadi.S.ST ini, sesuai dengan Surat Perintah Penyidikan yang dikeluarkan oleh Kajari M.Rizal Sumadiputra,SH.MH, No : PRINT-550/3.N.20/Fd.I/06/2018. Surat perintah ini dikeluarkan setelah dilakukan penyelidikan oleh pihak penyidik Kejari setempat, dan juga setelah memanggil belasan orang saksi untuk dimintai keterangannya.

Supriadi.S.ST, diduga telah melakukan perbuatan tindak pidana korupsi dana Retribusi di UPTD Labkesda Sijunjung dari tahun 2014 yang lalu sampai setelah diketahui dan dilakukan penyelidikan oleh pihak Kejaksaan Negeri setempat.

“Dana restribusi ini di korupsi oleh Supriadi,S.ST, dengan cara memalsukan faktur penyetoran uang ke kas daerah, sehingga uang ini tidak disetor sama sekali oleh Supriadi, dan masuk dalam kantong sendiri,” beber Kasi Pidsus Kejari Sijunjung, Wilyamson, kepada , mediacerdas.com, Senen (9/7/2018) diruang kerjanya.

Ada sisi menarik dalam kasus tindak pidana korupsi yang dilakukan oleh tersangka Supriadi.S.ST ini, yaitu dari rentang waktu yang cukup panjang yaitu dari tahun 2014 lalu sepertinya perbuatan melawan hukum yang dilakukan oleh Supriadi.S.ST, terlihat adem-adem saja, padahal sudah pernah diberi peringatan tertulis oleh atasannya langsung, tetapi hal ini tetap saja tidak dindahkan oleh Supriadi.S.ST, sehingga perbuatan tindak pidana korupsi berjalan dengan mulus.

Dan kemudian menurut salah satu sumber kepada mediacerdas.com, mengatakan bahwa ,” walaupun sudah diberi peringatan terhadap Supriadi ini, ia pun tetap menjadi Kepala UPTD Laborkesda yang terletak di samping Puskesmas Gambok, artinya tidak ada tindakan sangsi berat yang diberlakukan terhadap Supriadi, sepertinya atasannya tidak berani memberi sangsi berat tersebut sehingga perbuatan tindak pidana korupsi ini, aman-aman saja berjalan dari tahun 2014 yang lalu.

Dikatakannya lagi,” Tidak ada yang berani memberhentikan Supriadi ini, pasalnya ia merupakan orang dekat dengan orang nomor satu di kabupaten ini, dan ini sudah merupakan rahasia umum,” imbuhnya kepada mediacerdas.com.

“Setelah dikeluarkannya Surat Perintah Penyidikan dari Kajari Sijunjung, No :PRINT-550/3.N.20/Fd.I/06/2018, sekarang kita melakukan pemanggilan dan meminta keterangan terhadap saksi-saksi yang nantinya akan kita bawa kedalam fakta persidangan, termasuk saksi ahli yaitu dari PATELKI (Persatuan Ahli Tekhnologi Laboratorium Kesehatan Indonesia) dan juga dari BPKP untuk menghitung dan mengaudit berapa kerugian negaranya yang diakibatkan oleh perbuatan Supriadi ini,” ucap, Kasi Pindsus Kejari Sijunjung.

“Untuk tahap ini baru satu orang saksi yang telah dimintai keterangannya, dan berapa kerugian dan apakah Supriadi akan ditahan untuk selanjutnya kita lihat nantilah,” ucapnya, Wilyamson sambil tersenyum kepada beberapa awak media Senen (9/7/2018). (aciak)

Komentar Facebook
error: Konten Di Proteksi