memberitakan secara cerdas dan berimbang

Saksi Gugup Saat Didatangi Tim Verifikasi Faktual

sidang lanjutan perkara dugaan pelanggaran administrasi pemilu di Sijunjung

290

Sijunjung,mediacerdas.com___  “Grogi ketika ditanya verifikator, karena baru pertama kali bertemu dengan tim verifikasi faktual dari KPU dan kemudian takut akan terjadi masalah kedepan , akhirnya,  Misrawati menyatakan tidak ikut  partai manapun.

 

Beda dengan Yeni Susanti, “ia tidak ikut partai manapun, karena dilarang oleh suaminya, “pokoknya tidak boleh berpartai,” ujar, suaminya kepada Yeni Susanti.

 

Kedua ungkapan yang disampaikan oleh Misrawati dan Yeni Susanti  ini adalah ungkapan saat dihujani pertanyaan oleh majelis dalam persidangan  dugaan pelanggaran administrasi pemilu oleh KPUD Sijunjung, di Bawaslu setempat   Jum’at  (5/1).

 

Misrawati dan Yeni Susanti, adalah dua dari lima orang saksi yang dihadirkan oleh DPC PDI-P Sijunjung.

 

Selanjutnya ungkapan atau cerita yang disampaikan oleh kedua perempuan muda ini, adalah kejadian saat tim verifikasi faktual  datang kerumahnya di daerah IV Nagari, yaitu sekitar sesudah sholat Magrib dan Isya, beberapa bulan yang lalu.

 

Beranjak dari hal tersebutlah, KPUD Sijunjung dilaporkan oleh Dewan Pimpinan Cabang PDI-P setempat kepada Bawaslu Sijunjung.

 

Pasalnya KPUD setempat, memberikan TMS kepada PDI-P, karena Misrawati membuat peryataan tidak lagi ikut dalam partai manapun, sehingga anggota PDIP menjadi kurang satu.

 

Tidak terima dinyatakan TMS, PDI-P malah balik melaporkan KPUD dalam pelanggaran administrasi pemilu, kepada Bawaslu.

 

KPUD Sijunjung, dituding DPC PDI-P telah melakukan pelanggaran administrasi Pemilu, pertama, terkait kedatangan tim verifikasi pada malam hari dan adanya  intimidasi yang dilakukan oleh tim terhadap kader PDI-P, kemudian terjadi kesalahan nomor KTA dengan nomor KTP dan yang terakhir tudingannya adalah tentang KTA ganda yang dimiliki oleh kader PDI-P.

 

Untuk membuktikan semua tuduhan terhadap KPUD oleh PDI-P, maka hari ini sidang kembali digelar dengan  agenda menghadirkan dan meminta keterangan dari saksi-saksi.

 

Dalam persidangan ini, terlihat suasana sedikit agak tegang, pasalnya kelima orang saksi ini, ketika dihujani beberapa pertanyaan oleh majelis maupun pelapor dan terlapor, membuatnya gugup  saat  menjawab.

 

Disisi lain juga diungkapkan oleh saksi Misrawati dan Yeni Susanti , “bahwa tidak ada intimidasi dan tekanan dari tim verifikasi  KPUD saat mendatangi rumahnya.

 

Kemudian ditambahkan,” Saksi menanda tangani surat pernyataan  bahwa saksi tidak lagi ikut partai manapun, “seperti yang disampaikan, dan ini dilakukan tidak dibawah tekanan.

 

Saksi juga menegaskan, ”  bahwa saksi, sebelum menandatangani surat pernyataan tersebut, kepada petugas verifikasi faktual telah memperlihatkan atau menunjukkan KTA dari partai PDI-P,” ungkapnya dipersidangan ini.

 

Dipenghujung sidang, H.Anas Apan , ketua Dewan Pimpinan Cabang  PDI-P Sijunjung, meminta kepada majelis agar memediasi persoalan ini.

 

Tetapi permintaan ini ditolak oleh majelis “ karena perkara ini adalah perkara pelanggaran administrasi pemilu, kecuali persoalan sengketa pemilu masuk dalam perkara yang bisa dimediasi,” ujarnya.

 

Akhirnya sidang ini ditunda  Senen (8/1) depan, dengan agenda penyampaian kesimpulan dari kedua belah pihak. (aciak)

Komentar Facebook