memberitakan secara cerdas dan berimbang

Ratusan Guru Honorer K2 dan Penjaga Sekolah di Sijunjung Demo ke DPRD

540

Sijunjung,mediacerdas.com__  Ratusan guru  honorer dan penjaga sekolah  ,kategori 2 (K2) yang tergabung dalam Forum Honorer Kategori 2 Indonesia (FHK2I) kabupaten Sijunjung, provinsi Sumatera Barat, demo ke  gedung  DPRD setempat , Kamis (20/9/2018).

Mereka menuntut agar diangkat menjadi PNS tampa tes dan tampa dibatasi umurnya, pasalnya ratusan guru honorer dan penjaga sekolah  ini ada yang telah mengabdi selama 15 tahun bahkan 20 tahun.

Seperti yang disampaikan Basni Hoskandar (42 tahun) guru honorer di SD 17 Pulasan, kecamatan Tanjung Gadang, kepada mediacerdas.com ,” Saya sudah menjadi guru honorer selama 15 tahun, sampai saat ini saya belum juga diangkat menjadi guru PNS, nah, selama 15 tahun itulah saya berulang dari Padang Lawe Selatan, kecamatan Koto VII, kemudian dengan gaji yang saya terima tiap bulannya hanya Rp. 450 ribu per bulannya,  inilah kondisinya yang saya alami selama 15 tahun, ”ujarnya.

Dikatakan lagi,” Bersama kawan-kawan yang lain kami berharap melalui DPRD Sijunjung, agar nasib kami ini diperjuangkan ke pemerintah pusat hendaknya, sementara pemerintah pusat itu tidak pernah mempertimbangkan nasib kami yang telah mengabdi selama puluhan tahun sebagai guru honorer,” keluhnya.

“Sebenarnya demo ini dipicu dengan dikeluarkan Permen PAN-RB, No: 36  dan 37 tahun 2018, tentang kriteria penetapan kebutuhan PNS di Indonesia serta pelaksanaan seleksi CPNS 2018, saat ini,  yang kemudian menjadi polemik di berbagai daerah termasuk di Sijunjung”, ucap Mayono,S.Pdi ,Ketua (Forum Honorer Kategori 2 Indonesia ( FHK2I) kabupaten Sijunjung, kepada mediacerdas.com.

Kedatangan ratusan guru honorer dan penjaga sekolah ini disambut langsung oleh Ketua DPRD, Yusnidarti, serta wakil ketua DPRD Walbardi, dan beberapa anggota DPRD lainnya.

Setelah berorasi didepan Gedung DPRD Jalan lintas Sumatera ,Kandang Baru, Sijunjung, kemudian ratusan guru honorer K2 dan penjaga sekolah langsung diterima diruangan rapat Komisi, oleh Ketua, Wakil Ketua dan beberapa anggota DPRD lainnya, serta juga dihadiri oleh OPD-OPD terkait, untuk mendengar aspirasi atau keluhan dari dari ratusan pendemo ini.

Disini ketua DPRD Sijunjung menyampaikan bahwa,“Sebenarnya persoalan guru honorer K2 dan penjaga sekolah ini sudah lama kita sampaikan ke Jakarta dan kita juga sudah koordinasi dengan DPRD se Indonesia, disini yang kita sampaikan tidak saja guru honorer tetapi juga pegawai kontrak, honorer dan bukan hanya K2,” ucapnya.

“Maka terkait aspirasi yang disampaikan oleh ratusan guru-guru honorer dan penjaga sekolah di Sijunjung ini, nanti akan kita coba lagi sampaikan ke Jakarta, karena di pusat itu kita ada perwakilan, yang telah berjuang sudah cukup lama, maka insyaallah nanti kalau kita bisa hadir, kita akan coba hadir lagi, karena dalam waktu dekat ini akan ada pertemuan, ujar,” Yusnidarti lagi.

Kemudian ditempat terpisah Wakil Bupati Sijunjung, Arival Boy, kepada mediacerdas.com katakan,” Sebenarnya persoalan yang disampaikan oleh guru honorer K2 ini tidak saja di Sijunjung tetapi sudah hampir diseluruh kabupaten/kota mengalami nasib yang sama, kalau kita lihat hal ini terjadi karena tidak adanya aturan yang jelas dari pemerintah, lihat saja di swasta ada istilahnya “outsourcing”, jadi kalaulah ada aturan yang jelas pastilah tidak akan terjadi hal-hal semacam ini,” kata, Arival Boy.

“Disisi lain dengan keluarnya Permen PAN-RB no 36/2018  ini, guru honorer dan penjaga sekolah merasa dilecehkan,” ujar Basni Hoskandar lagi, kepada mediacerdas.com.

“Sebab dari Peraturan tersebut, tidak sedikit dari guru-guru honorer K2 ini yang tidak dapat peluang untuk masuk ikut tes menjadi CPNS, pasalnya umurnya guru-guru tersebut sudah melampui batas yang telah ditentukan, belum persoalan lain,” imbuhnya.

“Mudah-mudahan melalui DPRD Sijunjung dan pemerintah daerah aspirasi kita ini didengar oleh pemerintah pusat, setidak-tidaknya ada solusi untuk kita,” harap, Mayono selaku ketua FHK2I.

Sebagai gambaran kondisi keadaan guru di kabupaten Sijunjung saat ini, Ramler,selaku Kadis Dikbud mengatakan,”Saat ini di kabupaten Sijunjung tercatat ada 370 guru honorer K2. Tapi yang bisa ikut seleksi CPNS hanya 22 orang, karena sebanyak itulah yang memenuhi syarat berdasarkan umur,” ucapnya.

“Padahal , saat ini Kabupaten Sijunjung membutuhkan sebanyak 619 guru sekolah dasar (SD) diberbagai mata pelajaran di tingkat SMP Sijunjung butuh sebanyak 205 guru,” terang Ramler. (aciak)

Komentar Facebook
error: Konten Di Proteksi