memberitakan dengan cerdas

Pelaku tabrak lari ditangkap

0 4

Sijunjung_ MediaCerdas.com.
Akhirnya pelaku kasus tabrak lari berhasil ditangkap di daerah Muaro Takung, Kecamatan Kamang Baru, ketika itu pelaku Satria Fauzi (27) warga Manganti, Kecamatan Mungka, Kabupaten 50 Kota sedang memarkirkan mobil toyota Rushnya BA 1653 RR, di tepi Jalan Lintas Sumatera daerah setempat. Setelah ditangkap pelaku berserta mobilnya di giring ke Mapolres Sijunjung.
Kejadian ini berawal saat pelaku Satria Fauzi yang melaju kencang dari arah Muaro Sijunjung menuju Simpang Tanah Bedantung, Selasa (17/10), memasuki TKP di daerah Jorong Kandang Harimau, Nagari Sijunjung, Kecamatan Sijunjung sekitar pukul 20.30 WIB pengemudi menabrak korban Syifa (5) yang hendak menyeberangi jalan. Usai menabrak korban, pelaku bukannya menolong korban, namun malah tancap gas karena melihat korban tergeletak di jalan.
Saat itu juga warga yang melihat kejadian berupaya membawa korban ke rumah sakit, dan kemudian beberapa orang warga melaporkan pelaku yang melarikan diri ini kepada anggota polsek Sijunjung.
Tak ingin kehilangan jejak, petugas melakukan pengejaran terhadap pelaku dengan cara menebar informasi kepada jajaran polsek yang ada termasuk polsek Tanjung Gadang.
Kapolres Sijunjung, AKBP Imran Amir melalui Paur Humas IPTU Nasrul Nurdin dan Kanit Laka Polres Sijunjung, IPTU Mainur membenarkan kejadian tersebut. “Usai menabrak korban, pelaku berusaha melarikan diri, dan membiarkan korban tergeletak di jalan. Dari satu aspek dapat dibenarkan bahwa kecelakaan lalu lintas adalah merupakan musibah, namun dari aspek hukum tetap memiliki konsekuensi hukum yang harus dipertanggungjawabkan oleh pihak yang terlibat kecelakaan.
Sementara itu di sisi lain, korban dilarikan ke RSUD Sijunjung ini, kemudian dirujuk ke RSUP Padang karena mengalami luka yang cukup serius di bagian kepala.

Yang jelas ujar Kapolres AKBP Imran Amir didampingi paur humas IPTU Nasrul Nurdin dan juga Kanit Lakanya,” Bagi mereka yang terlibat kecelakaan dan berusaha melarikan diri, maka akan diancam dengan pidana penjara paling lama 3 tahun atau denda paling banyak Rp 75 juta, seperti diatur dalam Pasal 312 UU Nomor 22 tahun 2009 tentang lalu lintas dan angkutan jalan,” tegasnya. (e)