memberitakan secara cerdas dan berimbang

Minggu Depan Kejaksaan akan Tetapkan Tersangka Kasus Korupsi Retribusi UPTD Labkesda Sijunjung

949

Sijunjung,mediacerdas.com__ Dalam beberapa hari kedepan pihak Kejaksaan Negeri Sijunjung, akan tetapkan tersangka kasus dugaan tindak pidana korupsi dana restribusi daerah di UPTD Labkesda Dinas Kesehatan kabupaten Sijunjung.

“Karena dalam perkara tindak pidana korupsi ini pihak Kejaksaan Negeri setempat, telah menaikan status kasus ini, dari tahap penyelidikan ke tahap penyidikan, maka kalau sudah di tahap penyidikan berarti dalam waktu dekat ini akan kita tetapkan tersangkanya,” ujar, kasi Pidsus, Willyamson, kepada wartawan.

Hal ini dikatakan,” sesuai dengan surat perintah yang dikeluarkan oleh Kepala Kejaksaan Negeri Sijunjung, M.Rizal.S.P.SH.MH, dengan nomor Sprint : PRINT-103/N.3.20.4/Fd.1/04/2018 tanggal 20 April 2018,”ucapnya lagi.

Artinya dari beberapa bulan belakangan ini kasus tindak pidana korupsi dana restribusi daerah di UPTD Labkesda yang terletak di samping Puskesmas Gambok Muaro Sijunjung terus dilakukan penyilidikan oleh pihak Kejaksaan setempat, kemudian beberapa hari yang lalu perkara ini digelar oleh para penyelidik bersama Kajari M.Rizal, sehingga dikeluarkanlah Sprint penyidikan oleh Kajari, untuk tindak lanjut kasus ini.

Dari Kasus Tindak Pidana Korupsi terkait dana restribusi di UPTD Labkesda Dinas Kesehatan ini sudah 15 orang dipanggil oleh pihak Kejaksaan Sijunjung, termasuk mantan Kepala Dinas Kesehatan, yang sekarang menjabat sebagai Assisten II Sekretariat daerah pemerintah kabupaten Sijunjung, Edwin Suprayogi.

Tidak saja dr.Edwin Suprayogi yang dipanggil sebagai saksi, tetapi Kepala Dinas Kesehatan yang sekarang, dr.Ezwandra juga dipanggil dan dimintai keterangannya oleh pihak penyidik Kejaksaan Negeri Sijunjung.

Dikatakan,” Dari hasil penyelidikan dan keterangan 15 orang saksi yang telah dipanggil pihak Kejaksaan Sijunjung, diduga tindak pidana korupsi telah dilakukan oleh tersangka sejak tahun 2014 yang lalu.

Kemudian berapa kerugian negara yang ditimbulkan dari tindak pidana korupsi ini pihak kejaksaan setempat belum bisa mengatakannya, pasalnya pihak Kejaksaan setempat menunggu hasil perhitungan dari pihak BPKP, karena kasus ini telah kita ekspose di BPKP tersebut. (aciak)

Komentar Facebook
error: Konten Di Proteksi