memberitakan secara cerdas dan berimbang

Layanan di BLUD RSUD Sijunjung Masih Jauh dari Harapan Masyarakat

layanan BLUD RSUD Sijunjung ini terkesan hanya untuk para pejabat dan pegawai yang bekerja di RSUD tersebut

406

Sijunjung,mediacerdas.com__ Harapan masyarakat Sijunjung untuk mendapat pelayanan yang lebih baik dari Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sijunjung yang berdiri megah di tepi Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) Tanah Badantung Nagari Sijunjung masih jauh dari harapan.

Faktanya hampir setiap hari keluhan-keluhan terhadap pelayanan yang diberikan oleh pihak RSUD ini sering bermunculan dari masyarakat setempat, baik itu masyarakat atau pasien yang berobat rawat jalan maupun masyarakat yang rawat inap.

Yang lebih menarik lagi, layanan di BLUD RSUD Sijunjung ini terkesan hanya untuk para pejabat dan pegawai di RSUD tersebut.

Seperti yang disampaikan oleh Ahmad (64) salah seorang warga Kamang Baru kepada mediacerdas.com Senen (14/5/2018), saat sedang menunggu obat di depan Apotik RSUD setempat,” Mulai saya datang di RSUD ini dan mengambil nomor antrian sudah terlihat kesan yang kurang baik dari petugas pendaftaran, sebab ketika kita duduk menunggu untuk dipanggil, eh tahu-tahu ada juga yang minta didahulukan pendaftarannya dan yang membuat kita jengkel adalah karena yang melakukan hal tersebut adalah petugas RSUD ini sendiri, artinya tidak sesuai dengan nomor antrian, sementara itu , kita sendiri yang datang dari jauh sudah duduk terlalu lama menunggu, “ ujarnya dengan nada kesal.

Hal senada juga disampaikan oleh Tri Afboy, warga jorong Kampung Berlian, Sijunjung, kepada mediacerdas.com , “ Sudah hampir 5 jam, saya menunggu untuk berobat ibu saya di Poli Penyakit Dalam, sementara itu saya lihat dengan mata kepala saya sendiri, entah itu famili atau saudara dari perawat tersebut, ia berusaha untuk mendahulukan familinya tersebut untuk berobat, artinya lagi-lagi tidak sesuai dengan antrian, jadi saya berfikir mungkin pelayanan RSUD ini , hanya untuk karyawan atau pegawai RSUD ini saja,” ujarnya dengan nada jengkel.

Kekecewaan lain juga disampaikan oleh Parida (48 th) , yaitu salah seorang warga setempat yang orang tuanya dirawat inap di ruangan VIP RSUD setempat.

Parida, katakan kepada mediacerdas.com, bahwa,” Saya merasa kecewa dengan pelayanan RSUD saat ini, sebab dulu waktu bapak saya dirawat di ruangan VIP hanya membayar selisih kamar saja, karena BPJS bapak saya itu kan klas I, tetapi karena menginap di ruangan VIP, hanya bayar selisih kamar sekitar Rp. 200 ribu/hari, tetapi sekarang aturan itu tidak lagi berlaku, walaupaun bapak saya itu BPJS klas I, untuk dirawat inap diruangan VIP kita harus bayar separoh dari paket rawat inap di ruangan VIP tersebut,” katanya.

“Kemudian yang membuat saya kecewa itu adalah, karena tidak adanya keadilan terkait pasien yang menginap di VIP tersebut, pasalnya perlakuan membayar rawat inap di VIP ini tidak sama dengan keluarga karyawan RSUD yang juga rawat inap di ruangan VIP ini, dengan masyarakat umum, artinya kita yang dari umum BPJS klas I ini, harus bayar separoh dari paket yang telah disampaikan oleh perawatnya, berbeda terbalik sementara salah seorang keluarga dari karyawan RSUD tersebut hanya membayar selisihnya saja, kalau begini artinya perlakuan yang diberikan oleh pihak RSUD Sijunjung ini kepada masyarakat umum berbeda dengan famili atau saudara dari karyawan RSUD yang rawat inap di VIP tersebut, berarti, saya punya kesimpulan bahwa RSUD Sijunjung ini hanya di peruntukan untuk keluarga orang-orang yang ada di RSUD tersebut,” ujarnya, mengerutu.

Disisi lain buruknya pelayanan yang diberikan oleh RSUD Sijunjung ini, sering kali diluapkan dan disampaikan melalui media sosial (medsos) oleh masyarakat yang berkunjung ke RSUD tersebut.

Seperti pernah diberitakan oleh salah satu media online,dengan judul “Dikeluhkan pasien di medsos, direktur RSUD Sijunjung janji akan evaluasi pelayanan”.

Walaupun sudah sering dikeluhkan masyarakat setempat terkait pelayanan ini, tetapi kian hari tetap saja belum ada perubahan, sepertinya apa yang menjadi keluhan masyarakat tersebut tidak menjadi perhatian serius dari pihak RSUD ini, termasuk pihak-pihak terkait di kabupaten ini.

Padahal persoalan pelayanan di BLUD RSUD Sijunjung ini, juga sering di wanti-wanti (diingatkan) Bupati Sijunjung, Yuswir Arifin, bahwa,” Agar selalu mengutamakan efektivitas dan efisiensi serta kualitas pelayanan umum kepada masyarakat tanpa mengutamakan pencarian keuntungan.

“Disamping itu, pola pengelolaan keuangan BLUD juga bertujuan meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat,” ujar Bupati mengingatkan.

“Jangan tidak acuh atau mengabaikan pasien yang ingin berobat, karena sikap dan perbuatan tidak terpuji, hal ini tidak hanya memperparah penyakit yang diderita pasien, tetapi juga menjatuhkan citra RSUD,” kata Bupati Yuswir Arifin, saat melantik Dewan Pengawas BLUD RSUD pada Senen (13 Februari 2018) yang lalu, di ruangan Aula RSUD setempat .

Direktur RSUD, dr.Yasril Sahnil, Senen (14/5/2018) saat dikomfirmasi mediacerdas.com, tidak menampik persoalan ini terjadi, terkait dengan pembayaran di ruangan inap VIP BLUD RSUD Sijunjung, sekarang memang sudah memakai sistem paket, dan ini sesuai dengan aturan yang berlaku, antara masyarakat umum dengan famili atau karyawan RSUD memang kita beri perbedaan atau kebijakan artinya menyangkut karyawan RSUD yang dirawat, ini memang kita beri reward, “Reward”nya itu adalah dalam bentuk pengurangan biaya rawap inap di VIP tersebut,” terangnya ke mediacerdas.com . (aciak)

Komentar Facebook
error: Konten Di Proteksi