memberitakan secara cerdas dan berimbang

Kejahatan Seksual Terhadap Anak di Sijunjung, Harus Menjadi Perhatian Serius Semua Pihak

111

Sijunjung,mediacerdas.com__  Dengan meningkatnya kasus terhadap anak, baik anak itu yang menjadi korban, maupun anak tersebut yang menjadi pelakunya di daerah Sijunjung.

Ini semakin mengkhawatirkan,dan memprihatinkan sekali, sehingga ini harus menjadi perhatian serius dari semua pihak di Kabupaten yang dijuluki Ranah Lansek Manih ini

Karena persoalan anak, adalah menyangkut persoalan mental anak, yang merupakan generasi bangsa kedepannya, generasi penerus, khususnya di daerah kabupaten Sijunjung.

Kemudian kalau dilihat dari kasus anak yang ada, maka kasus cabul serta persetubuhan dan kekerasan seksual lah yang paling tinggi dan meningkat tiap tahunnya, serta diikuti kasus-kasus yang lainnya.

Dan lebih miris lagi, kasus cabul dan kekerasan seksual terhadap anak ini, tercatat lebih menonjol di salah satu kecamatan di daerah kabupaten Sijunjung ini.

Kabid Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak di Dinas Sosial dan P3A, kabupaten Sijunjung, Eri Suherman, mengatakan,” Kalau dilihat dari data yang ada, kasus anak, khususnya pada kasus cabul atau kasus seksual terhadap anak, tiap tahun semakin meningkat dan tingkat penanganannya semakin rumit, contohnya ada sebuah kasus, sampai anak tersebut tidak mau mengaku, dan juga pihak keluarga serta masyarakatnya bunkam, tidak mau memberitahu atau melaporkan ke petugas, atau mungkin ini dianggap sebuah aib dan malu untuk diungkap, sehingga membiarkan kasus ini terjadi, dan setelah mendapat informasi, pihak kita bersama Unit PPA Polres Sijunjung dengan berbagai cara berusaha untuk mengungkap kejadian ini.

Ditambahkan Eri Suherman,” Menurut kita yang menjadi penyebabnya ada beberapa faktor, bisa jadi jadi pola asuh yang salah dari orang tua, kemudian faktor agama, serta kurang pedulinya lingkungan masyarakatnya,” ujarnya.

Juga dikatakan,” Situasi dan kondisi daerahnya yang ikut mendukung terjadinya kejahatan terhadap anak tersebut, seperti jarak antara rumah dengan rumah yang lain terlalu jauh,” katanya.

“ Dengan meningkatnya kejahatan anak di Sijunjung ini pihak Dinas Sosial dan P3A, telah mencoba mencari solusi dengan program sosialisasi yang dilakukan kepada masyarakat pada setiap kecamatan, dan untuk mempersempit ruangnya kedepan kita akan sosialisasikan lagi kepada masyarakat di tiap nagari-nagari pada kecamatan tersebut, sehingga dengan ini kita berharap, agar semua masyarakat itu betul-betul peduli terhadap anak-anak dilingkungan tersebut,” harapnya.

Disisi lain,”Disamping faktor itu semua, faktor sekolah dan pendidikan juga sangat perlu dan punya andil yang kuat, mungkin melalui dinas pendidikan,perlu juga sosialisasi sehingga anak-anak tersebut agak diperketat dalam menyingkapi tekhnologi yang canggih dan modern sekarang ini, karena kalau kita lihat sekarang ini setiap anak itu sudah mempunyai hand phone (HP) atau Android, serta iPad, akibatnya anak-anak tersebut telah melihat situs apapun tampa pengawasan yang ketat dari orang tua, masyarakat, dan sekolahnya,” tutupnya.

Kemudian dari pihak Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) kabupaten Sijunjung, Zulkarnaein ketika dikomfirmasi, mediacerdas.com , Selasa (6/3/2018) mengatakan,” kasus seksual pada anak di Sijunjung ini, sama dengan fenomena gunung es, yang hilang atau yang terkubur itu lebih banyak daripada muncul kepermukaan, karena prinsip yang tertanam di masyarakat kita adalah mereka menganggap kejadian tersebut adalah aib dan juga malu, sehingga hal ini merupakan hal yang tabu, mereka malu diketahui masyarakat,” katanya.

Dikatakan lagi,” Dengan malu ini, mereka berusaha menyelesaikan ditingkat keluarganya saja, kemudian menghilang fenomena ditengah-tengah masyarakat tersebut, kita coba lakukan sosialisasi kepada mereka, disisi lain peran media juga sangat penting disini, artinya dengan sering di ekspos oleh media massa, sehingga masyarakat tambah tahu jenis kasus terhadap anak tersebut dan bagaimana cara penyelesaiannya,” ujar Zulkanaen.

“Tingginya angka kejahatan seksual terhadap anak di Sijunjung, ini bisa saja disebabkan oleh kemajuan tekhnologi, artinya ketika dizaman sekarang setiap anak itu sudah memiliki HP yang bisa mengakses macam-macam, dan ini tidak terkontrol lagi oleh orang tua, kenapa,,? Karena orang tua tersebut tidak tahu dan awam dengan tekhnologi yang dimiliki oleh anak tersebut, sehingga anak tersebut menjadi bebas melihat apa saja yang ada di Hpnya tampa ada yang mengontrolnya, sehingga ini menjadi pemicu terjadinya kejahatan seksual terhadap anak,”ungkapnya.

Dengan demikian diharapkan, karena sudah meningkatnya angka kasus anak ini di Sijunjung, agar orang tua untuk lebih memperhatikan lagi, lebih melindungi, dan lebih peduli lagi terhadap anak, selanjutnya supaya anak tersebut jangan menjadi objek pelampiasan dari orang dewasa, kita minta lingkungannya juga lebih peduli dan proaktif dalam mengantisipasinya,”harapnya.

Kemudian ditekankan lagi,” Sebenarnya yang lebih berperan itu adalah pihak orang tua atau keluarga, sesibuk apapun orang tua dalam bekerja jangan sampai luput, mendidik, mengontrol anak, dan mendampinginya dengan didikan agama yang kuat, sehingga segala tindak tanduk anak tersebut bisa diawasi dan diperhatikan ujarnya.(aciak)    

 

Komentar Facebook
error: Konten Di Proteksi