memberitakan secara cerdas dan berimbang

Kasus Korupsi di UPTD Labkesda Dinkes Sijunjung, siap dilimpahkan ke Pengadilan Tipikor Padang

386

Sijunjung,mediacerdas.com__ Kasus tindak pidana korupsi penyalahgunaan dana retribusi di UPTD Labkesda Dinas Kesehatan Sijunjung, dengan tersangka Supriadi siap dilimpahkan ke Pengadilan Tipikor Sumatera Barat, di Padang, karena sudah dinyatakan lengkap (P21) oleh pihak kejaksaan Negeri Sijunjung  pada tanggal 2 Oktober 2018 yang lalu.

 

Sebelumnya Supriadi sempat diperpanjang penahanannya oleh Penyidik Kejaksaan Negeri setempat di Lapas Klas IIB Muaro Sijunjung, selama  40 hari.

 

Kemudian setelah berkas perkara tersangka Supriadi ini dinyatakan lengkap (P21), oleh jaksa penyidiknya yaitu Wiliyanson.SH, Triman Santana.SH dan Risko Livardi.SH maka berkas perkara ini langsung diserahkan ke Jaksa penuntut Umum, yaitu Dimas Aditya.SH, Fengki Andrias.SH, Wiliyamson.SH dan Risko Livardi.SH.

 

Setelah berkas ini diterima JPU kemudian kembali tersangka Supriadi dilakukan penahanan selama 20 hari kedepan, mulai dari tanggal 4 oktober 2018 sampai dengan 23 oktober 2018 mendatang.

 

Berkas Supriadi ini dinyatakan lengkap setelah jaksa penyidik melakukan penyitaan barang bukti, kemudian melakukan pemeriksaan terhadap saksi ahli dari BPKP Sumbar, dan juga pemeriksaan terhadap saksi-saksi lainnya.

 

Dari kerugian Negara yang timbulkan oleh perbuatan tersangka Supriadi ini yaitu sebesar Rp. 303 juta lebih ini, Supriadi mencoba menganti atau mengembalikan kerugian negara akibat perbuatannya tersebut sebesar Rp.90 juta dengan cara dicicil 2 kali ke Bank Nagari Cabang Sijunjung  , pertama pada tanggal 4 Mei 2018 yang lalu, sebesar Rp. 70 juta, kemudian pada tanggal 3 Oktober 2018 sebesar Rp.20 juta.

 

“ Walaupun Supriadi mengembalikan kerugian negara itu sebesar Rp. 90 juta,  hal ini bukanlah  kasus Supriadi tidak bisa berlanjut, tetapi ini adalah merupakan salah satu alasan untuk bisa meringankan hukumannya, kecuali uang negara ini diganti secara keseluruhannya, baru bisa meringankan tersangka Supriadi,” ujar Wiliyanson.SH, kasi Pidsus kejari Sijunjung kepada mediacerdas.com, Selasa (9/10/2018).

 

Dikatakan lagi,” Setidak-tidaknya tersangka Supriadi telah mengakui perbuatannya, dan telah berupaya untuk menganti kerugian negara tersebut,” imbuh, Wiliyanson.SH.

 

Dalam hal ini tersangka Supriadi, didakwa pasal primair melanggar pasal 2 ayat (1) jo pasal 18 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 31 tahun 1999, tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi  yang telah diubah dan ditambah dengan Undang-Undang Republik Indonesia  Nomor 20 tahun 2001 jo pasal 64 ayat (1) Kitab Undang-Undang Hukum Pidana, dengan ancaman kurungan paling singkat 4 (empat) tahun penjara dan paling lama 20 tahun penjara, dan denda paling sedikit Rp.200 juta, paling banyak Rp.1 miliar.

 

Kemudian dipasal Susidiair  pasal 3 jo pasal 18 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 31 tahun 1999, dengan ancaman kurungan  paling sedikit 1 tahun penjara dan paling lama 20 tahun penjara, kemudian denda paling sedikit Rp.50 juta  paling banyak Rp.1 miliar.

 

Ditambahkan,” Dalam waktu dekat ini, kasus tersangka Supriadi akan segera dilimpahkan ke Pengadilan Tipikor Padang,”ujarnya. (aciak)

Komentar Facebook
error: Konten Di Proteksi