memberitakan dengan cerdas

“Perampok Panggilan” antar Pulau, berhasil ditangkap Polres Sijunjung

5

Sijunjung, mediacerdas.com,_ “ Setelah sebulan, diselidiki dan dikejar oleh tim khusus Polres Sijunjung, akhirnya para pelaku perampokan bersenjata terhadap mobil tangki CPO, di Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) daerah Siaur, kecamatan Kamang Baru, kabupaten Sijunjung, Sumatera Barat, pada Oktober 2017 yang lalu, berhasil ditangkap.

Perampok ini adalah “ perampok panggilan”, begitu pernyataan yang disampaikan oleh Kapolres Sijunjung, AKBP.H.Imran Amir, SIK,MH, saat Press Release, di Mapolres setempat, Kamis (30/11).

Terungkapnya, pelaku perampokan bersenjata ini, adalah berawal dari laporan pemilik mobil truk tangki minyak sawit atau Crude Palm Oil (CPO), yaitu ,Afrison (56) warga, Jorong Sungai Kijang ,Nagari Sungai Dareh, kecamatan Pulau Punjung, kabupaten Dharmasraya, Sumatera Barat. kepada Polsek Kamang Baru, Sijunjung , pada Rabu 25 Oktober 2017, yang lalu, dengan nomor pengaduan : LP/40/X/2017/SPKT-Sek, Kamang Baru.

Berdasarkan laporan inilah, Kapolres Sijunjung, AKBP.H. Imran Amir.SIK,MH, langsung memerintahkan dan membentuk sebuah tim khusus untuk menyelidiki, mengungkap serta mengejar para pelaku, sampai tuntas, kepada anggotanya.

Sesuai perintah Kapolres tersebut, genap sebulan dilakukan penyelidikan serta pengejaran terhadap para pelaku perampokan bersenjata ini, dan akhirnya berhasil diungkap oleh tim khusus yang telah dibentuk tersebut.

Sebuah prestasi yang patut diacungkan jempol, atau sebuah kerja keras yang membuahkan hasil, yaitu dengan ditangkapnya, 3 (tiga) dari 4 (empat) orang perampok bersenjata ini, artinya yang bertugas sebagai eksekutor dalam perampokan tersebut.

Ketiganya ini berhasil dilumpuhkan dengan timah panas, oleh aparat kepolisian Polres Sijunjung, sedangkan 1 (satu) orang lagi, masih buron dan dalam pengejaran Polres setempat.

Disamping itu, 3 (tiga) orang penadah barang rampokan ini, dan 1 (satu) orang yang menjadi otak pelaku perampokan tersebut pun berhasil diciduk, dan di gelandang ke Mapolres Sijunjung.

Ketiga orang yang berhasil dilumpuhkan dengan timah panas tersebut adalah, Mugiono alias Bogel (29) , ditangkap dikediamannya Desa Nambangan, Kecamatan Garabak, kabupaten Purworejo, Jawa tengah.

Mugiono alias Bogel ini, adalah eksekutor yang menembak, paha Zulbakri (55) Warga Sungai Dareh, Kecamatan Pulau Punjung, kabupaten Dharmasraya, yaitu sopir truk tangki CPO, milik Afrison, saat terjadinya perampokan tersebut.

Kemudian yang kedua yaitu Nofri Wandi alias Wan Barangin (41) warga Jorong Lubuk Selasih kecamatan Gunung Talang, ditangkap dirumah kakaknya di daerah Banten. Wandi ini berperan sebagai sopir truk tangki CPO tersebut, setelah dirampas dari Zulbakri.

Yang ketiga yaitu Syafri Yanto alias Yanto, warga Jorong Situjuh Nagari Bandar Dalam, kecamatan Situjuh, kabupaten 50 Kota, Sumbar, Yanto ditangkap di daerah Way Kanan, Bandar Lampung, ia berperan sebagai sopir mobil avanza, yaitu mobil rental yang dipergunakan untuk merampok dan mencegat mobil truk tangki CPO tersebut di Jalinsum, Siaur, Kamang Baru.

Sedangkan Pebri Putra alias Putra masih DPO, dan dalam pengejaran pihak Polres Sijunjung.

Yang menjadi otak pelaku dari perampokan ini adalah Anggi Junaidi Putra, panggilan Anggi (31) warga Jorong Koto Tuo, Nagari Plutan, Kecamatan Harau, kabupaten 50 Kota, Sumbar. Anggi, lah yang mengatur semua serta mendanai seluruh tindakan kejadian perampokan ini.

Selanjutnya 3 (tiga) orang lagi yaitu, Monza Mora, alias Momon (40) warga kelurahan Kampung Jua, Lubuk Begalung, Kota Padang, Sumbar.
Nono Hermanto alias Nono (36) dan Abdurahman alias Badul (38), keduanya ini adalah warga Jorong Sibisir, Nagari Timbulun, kecamatan Tanjung Gadang, Kabupaten Sijunjung.

Pengakuan ketiganya ini didepan penyidik, mereka berperan sebagai penadah, yang memindahkan minyak sawit dari mobil truk tangki korban ke truk tangki pelaku.

Kalau dirunut dari awal, dan informasi yang dihimpun dilapangan, menurut keterangan salah seorang keluarga koban bahwa pengakuan dari Zulbakri yaitu sopir truk tangki CPO (korban), sekitar lebih kurang pukul 11.00 malam, mobil truk tangkinya di salip oleh sebuah mobil avanza warna hitam, dijalan lintas Sumatera daerah Siaur, kecamatan Kamang Baru, kemudian tiga orang turun dari mobil avanza tersebut, salah seorangnya mengangkat senjata pistol, sambil menembakan pistolnya ke udara.

Ketiga orang perampok kelas kakap ini, mengaku dari Badan Narkotika Nasional (BNN), sambil menodongkan pistolnya ke Zulbakri (korban) dan menyuruh korban turun dari mobil truk tangkinya, kemudian korban di seret dan dinaikan ke mobil Avanza.

Didalam mobil avanza tersebut korban di tutup matanya dengan lakban, serta tangan dan mulutnya, juga diikat dengan lakban.

Lebih jauh pengakuan keluarga korban bahwa, Zulbakri dibawa dengan mobil avanza tersebut ke arah Koto Baru, Dharmasraya, setibanya di sebuah tempat di tepi jalan lintas Sumatera dekat kebun karet, daerah Koto Baru, Zulbakri (korban) diturunkan dari mobil yang sebelumnya ditembak pahanya dengan senjata api oleh Bogel, kemudian Zulbakri (korban) di dorong kejurang.

Karena tembakannya Bogel menepis di paha Zulbakri, akhirnya Zulbakri (korban) pun berusaha merangkak keluar dari jurang tersebut sambil minta bantuan masyarakat yang lewat,” ungkapnya.

Disisi lain para komplotan ini, setelah menguras isi minyak sawit mentah didalam truk tangki CPO milik Afrison. Kemudian Truk tangki tersebut di gulingkan ke jurang didaerah Tanjung Gadang.

Dalam kejadian perampokan ini ditaksir kerugian sebesar Rp. 299. Juta, dan beberapa barang bukti berupa, satu unit mobil Toyota avanza warna hitam, satu unit mobil merk Honda Mobilio, dua unit mobil truk tangki CPO dan satu set mesin penyedot CPO, sekarang dititip di Mapolres setempat, untuk kepentingan penyidikan lebih lanjut. (Aciak)