memberitakan secara cerdas dan berimbang

5 Unsur Yang Berperan Dalam Memperkecil Angka Kejahatan Terhadap Perempuan dan Anak

28

Sijunjung,mediacerdas.com__ Dengan meningkatnya kasus kekerasan terhadap anak dan perempuan dikabupaten Sijunjung, seperti data yang disampaikan oleh pihak Unit I PPA Satreskrim Polres Sijunjung, kepada mediacerdas.com (baca“https://www.mediacerdas.com/kasus-anak-jadi-korban-dan-kasus-anak-yang-berkaitan-dengan-hukum-terus-meningkat-tiap-tahunnya-di-sijunjung/) beberapa waktu yang lalu.

Pihak Pemerintah Kabupaten Sijunjung, melalui Bagian Hukum dan HAM sekretariat daerah kabupaten setempat, terus tak henti-hentinya memberikan penyuluhan hukum terpadu di 15 nagari yang dinilai cukup menonjol dalam kasus ini di kabupaten setempat.

Penyuluhan hukum terpadu ini khusus terkait dengan persoalan kekerasan perempuan dan anak, yang disampaikan oleh beberapa orang narasumber dari pihak Kepolisian, Kejaksaan, Pengadilan Negeri, dan P2TP2A.

“Kalau di Sumatera Barat atau di Minang Kabau secara umum dan Kabupaten Sijunjung khususnya ada 5 (lima) unsur yang beperan ditengah-tengah masyarakat untuk memperkecil angka kekerasan terhadap perempuan dan anak,” ujar, Eri Suherman, dari P2TP2A, saat Tim Penyuluhan Hukum Terpadu ini memberikan penyuluhan hukum di Nagari Silokek, kecamatan Sijunjung, Rabu (11/4/2018)

Diterangkan lagi bahwa,” 5 (lima) unsur yang berperan ditengah-tengah masyarakat tersebut adalah, Ninik Mamak, Alim Ulama, Cerdik Pandai, Bundo Kanduang, dan Generasi Muda,” terangnya.

Nagari Silokek, kecamatan Sijunjung ini, mamang salah satu nagari dari 15 nagari yang mendapat penyuluhan hukum terpadu terkait dengan kekerasan terhadap perempuan dan anak, dan ini karena juga melihat latar belakang daerah tersebut yang sudah lebih kurang 17 tahun bisa dilalui oleh kenderaan, atau terlepas dari terisolir.

Dan juga dalam menyonsong Nagari Silokek sebagai Kawasan Nasional Geopark , maka masyarakat setempat setempat harus siap dengan kemajuan ini, dan juga bisa mengantisipasi masyarakat dengan persoalan-persoalan yang muncul khususnya, persoalan kekerasan perempuan dan anak.

Disisi lain, ketua tim penyuluhan hukum terpadu ini, Wandri Fahrizal (Kabag Hukum Sekretaraiat Daerah Pemkab Sijunjung) ,di depan peserta penyuluhan hukum terpadu nagari Silokek ini mengatakan,” Agar apa-apa yang telah disampaikan oleh para narasumber tersebut bisa menjadi acuan dan juga bisa disampaikan kepada masyarakat yang lain yang tidak hadir pada acara penyuluhan ini,” tegasnya. (aciak)

Komentar Facebook
error: Konten Di Proteksi