Hadiah Rp 1 miliar diberikan kepada warga yang memberi tahu keberadaan tokoh teroris Noordin M Top. Sementara yang memberi informasi tentang keberadaan anak buah Noordin M Top dihargai p 500 juta.
"Isi sayembara itu tidak pernah berubah karena Polri ingin Noordin M Top ditangkap," ujar Kepala Divisi Humas Mabes Polri Irjen Pol. Drs Nanan Sukarna di Jakarta, Selasa (21/7). Ia menambahkan sejak sayembara itu dikeluarkan, pihaknya sudah menyiapkan hadiah tersebut.
Dana yang telah disiapkan sejak 2004 untuk sayembara tersebut masih ada dan belum pernah dipakai. "Kalau ada masyarakat yang mengetahui keberadaan Noordin M Top silakan laporkan kepada kami. Jika informasinya benar, kami akan memberikan hadiah," kata juru bicara Mabes Polri ini.
Noordin M Top kembali dituding sebagai otak di balik teror bom yang meledak di dua hotel berkelas internasional, JW Marriott dan Ritz Carlton, di Mega Kuningan, Jaksel, pada Jumat (17/7) lalu.
Keterlibatan buronan kelas wahid itu dikaitkan dengan modus dan jenis bom yang diledakkan pelaku saat itu sama dengan dengan bom-bom sebelumnya yang pernah meledak di sejumlah tempat di negeri ini.
Indikasi lain, munculnya nama Nur Hasbi alias Nursaid, pria beranak dua asal Temanggung, Jateng. Nurhasbi yang diduga sebagai pelaku bom bunuh diri di hotel itu menguatkan peran pria WN Malaysia ini. Nur Hasbi disebut-sebut sebagai anggota teroris kelompok Cilacap yang merupakan salah satu jaringan teroris Jamaah Islamiyah (JI) pimpinan Noordin M Top
Sementara itu, pihak kepolisian kini sudah mengepung lokasi persembunyian Noordin M Top di Cirebon dan Temanggung. Ratusan anggota polisi baik yang berpakaian preman maupun dinas telah tersebar di lokasi tersebut.
Hal itu diakui Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Nanan Sukarna dalam keterangannya di Cafe Bellagio, Mega Kunigan, Jaksel. Menurutnya, ada hal spektakuler terkait informasi pengepungan di lokasi persembunyian Noordin M Top.
Setelah menyatakan hal itu bertemu dengan petugas Anti Teror Bom (ATB) Bareskrim Mabes Polri. Namun, ia enggan menjelaskannya. "Belum bisa disampaikan, ini karena masih terkait penyelidikan," ujarnya. **poskota
[download]
Tags :
Tags :


